Aku
menyebutnya lagi.
Wajahnya
masih bias kubayangkan.
Senyumnya,
candanya, marahnya, itu juga bisa.
Aku pernah
dengar suatu nasihat, lupakanlah masa lalu dan buka lembaran baru.
Dan,
Alhamdulillah aku mengerti.
Tapi
haruskah dilupakan?
Tidak
bolehkah mengenangnya?
Aku
tersenyum menyebut namanya, dan mengingat semua di kala itu.
Apa dia
bahagia seperti aku bersama seseorang sekarang?
Semoga
saat-saat bersamaku dulu, bukan hal buruk yang tak ingin dia ingat.
Semoga dia
bahagia lebih dari saat bersamaku.
Semoga dia
tidak pernah mencintaiku lagi seperti saat-saat dia selalu bilang cinta padaku.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar