[Curhat] 30 Maret 2012


Aku menyebutnya lagi.
Wajahnya masih bias kubayangkan.
Senyumnya, candanya, marahnya, itu juga bisa.
Aku pernah dengar suatu nasihat, lupakanlah masa lalu dan buka lembaran baru.
Dan, Alhamdulillah aku mengerti.
Tapi haruskah dilupakan?

Tidak bolehkah mengenangnya?

Aku tersenyum menyebut namanya, dan mengingat semua di kala itu.
Apa dia bahagia seperti aku bersama seseorang sekarang?

Semoga saat-saat bersamaku dulu, bukan hal buruk yang tak ingin dia ingat.
Semoga dia bahagia lebih dari saat bersamaku.
Semoga dia tidak pernah mencintaiku lagi seperti saat-saat dia selalu bilang cinta padaku.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar